Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Posyandu Plus

Authors

  • Filia Sofiani Ikasari Program Studi Sarjana Keperawatan, Stikes Intan Martapura
  • Iis Pusparina Program Studi Diploma Tiga Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura
  • Kusnindyah Praedevy Reviagana Program Studi Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura
  • Cut Ika Anugrah Kirana Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura
  • Muhammad Wirandi Program Studi Sarjana Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura

DOI:

https://doi.org/10.53690/ipm.v6i01.495

Keywords:

edukasi, kader posyandu, pendampingan stimulasi, Posyandu plus, pencegahan stunting

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan tikar pertumbuhan terhadap 24 balita di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, ditemukan bahwa 16,7% (2 balita) berada pada zona merah yang menandakan risiko stunting. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi Balita yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan pedoman gizi seimbang serta stimulasi tumbuh kembang anak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang, pelatihan kader, serta pendampingan stimulasi balita. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader dan ibu balita. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui pre-test, kuesioner, dan observasi. Hasil kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta, di mana pengetahuan peserta saat pre-test tentang gizi seimbang pada balita diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori cukup (56,67%). Setelah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada balita, hasil post test menunjukkan mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori baik (70%). Hasil pengukuran keterampilan kader saat pre-test tentang stimulasi perkembangan pada balita diperoleh bahwa mayoritas keterampilan kader sebelum pelatihan berada pada kategori kurang (100%). Setelah diberikan pelatihan tentang stimulasi perkembangan pada balita, hasil post-testmenunjukkan mayoritas pengetahuan kader berada pada kategori baik (60%). Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan ibu balita dalam pencegahan stunting. Disarankan kegiatan ini dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor.

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Ikasari, F. S., Pusparina, I., Reviagana, K. P., Kirana, C. I. A., & Wirandi, M. (2025). Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Posyandu Plus. Idea Pengabdian Masyarakat, 6(01), 57–65. https://doi.org/10.53690/ipm.v6i01.495

Issue

Section

Articles