Hilirisasi Getah Pinus Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Bonto Manurung
DOI:
https://doi.org/10.53690/ipm.v6i02.558Keywords:
getah pinus, lilin aromaterapi, pemberdayaan masyarakat, hilirisasi, usaha desaAbstract
Desa Bonto Manurung memiliki potensi getah pinus yang selama ini lebih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah sehingga nilai tambahnya bagi masyarakat masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi lilin aromaterapi berbasis getah pinus serta mengembangkan peluang usaha lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni sampai 2 September 2026 dengan melibatkan 12 peserta usia produktif dari kelompok tani hutan dan penyadap getah pinus. Pendekatan partisipatif dilakukan melalui identifikasi potensi, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik produksi, pendampingan, penguatan pengemasan dan pemasaran, serta monitoring dan evaluasi. Formulasi per produk terdiri atas 5 g getah pinus, 20 g parafin, 10 g asam stearat, 20 tetes minyak atsiri, dan satu sumbu. Proses produksi menerapkan metode double boiler, pendinginan 12-24 jam, dan kendali mutu terhadap aroma, permukaan, tekstur, posisi sumbu, warna, serta kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya kelompok produksi Karya Pinus Lilin Aromaterapi Bonto Manurung, tersedianya perangkat produksi, dan dihasilkannya 392 unit lilin selama tiga bulan. Sebanyak 332 unit terjual dengan harga Rp15.000 per unit. Dengan HPP Rp9.780, diperoleh margin kotor Rp5.220 per unit, omzet Rp4.980.000, dan margin kotor penjualan Rp1.733.040. Program ini memberikan dasar teknis, kelembagaan, dan ekonomi untuk hilirisasi getah pinus, tetapi masih memerlukan pendampingan pada standardisasi mutu, legalitas, dan perluasan pasar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Idea Pengabdian masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



