Idea Pengabdian Masyarakat https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm Idea Pengabdian Masyarakat PT.Mantaya Idea Batara en-US Idea Pengabdian Masyarakat 2798-3668 Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Tekanan Darah Melalui Edukasi dan Skrining Hipertensi Masyarakat Di Desa Wali https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/551 <p class="p1">Hipertensi yang tidak diketahui dan tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, serta kerusakan ginjal. Permasalahan hipertensi tidak hanya terletak pada tingginya angka kejadian, tetapi juga pada rendahnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola penyakit. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala serta kurangnya penerapan pola hidup sehat dapat juga berkontribusi terhadap tidak terkontrolnya hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah Meningkatkan pemberdayaan dan kesadaran masyarakat Desa Wali dalam melakukan deteksi dini serta pengendalian tekanan darah melalui kegiatan edukasi kesehatan dan skrining hipertensi. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata sebelum edukasi sebesar 73,23 meningkat menjadi 80,98 setelah edukasi. Peningkatan tersebut menggambarkan adanya perubahan positif dalam pemahaman peserta mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan hipertensi. Kegiatan ini menegaskan bahwa deteksi dini edukasi dan skrining hipertensi merupakan langkah penting dalam pencegahan hipertensi, khususnya pada masyarakat yang berada pada wilayah pesisir pantai.</p> Maryam Lihi Amelia Niwele Wa jumaria Urata Nawasena Waly Copyright (c) 2026 Maryam Lihi, Amelia Niwele, Wa jumaria Urata, Nawasena Waly https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-08-01 2026-08-01 6 02 188 194 10.53690/ipm.v6i02.551 Integrasi Konsep Arsitektur Vernakular dan Infrastruktur Sanitasi dalam Pelatihan Rumah Sehat Masyarakat di Kabupaten Sinjai https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/523 <p class="p1">Permasalahan sanitasi, kenyamanan termal, dan keberlanjutan lingkungan masih menjadi tantangan pada permukiman pedesaan, sementara arsitektur vernakular memiliki kearifan lokal yang berpotensi mendukung pengembangan rumah sehat yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi konsep arsitektur vernakular dengan infrastruktur sanitasi dalam mendukung rumah sehat masyarakat di Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Analisis difokuskan pada karakteristik arsitektur vernakular, kondisi infrastruktur sanitasi rumah, perilaku sanitasi, serta aspek sosial budaya, adat, dan kepercayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arsitektur vernakular dapat diintegrasikan dengan prinsip sanitasi yang lebih sehat tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, dialog, dan keterlibatan masyarakat mendorong peningkatan kesadaran terhadap jamban sehat, pengelolaan sampah, sirkulasi udara, drainase, serta kebersihan lingkungan. Integrasi tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan rumah, pengurangan permasalahan bau dan kelembapan, penguatan partisipasi masyarakat, serta pelestarian nilai arsitektur lokal. Integrasi arsitektur vernakular, sanitasi sehat, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan yang potensial untuk mendukung kesehatan, kemandirian, serta keberlanjutan lingkungan permukiman di Desa Saotengnga.</p> Rizki Ayu Saraswati Andi Muhammad Ikhsan Copyright (c) 2026 Rizki Ayu Saraswati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-08-29 2026-08-29 6 02 195 200 10.53690/ipm.v6i02.523 Pemberdayaan Kelompok Ibu Wadah melalui Inovasi Produk Sirup Buah Galoba sebagai Minuman Fungsional dan Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/554 <p> </p> <p class="p1"><strong>Abstrak:</strong> Galoba (Hornstedtia alliacea) merupakan salah satu sumber daya hayati lokal Maluku yang berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kandungan fitokimia dan aktivitas biologis pada galoba, sementara penelitian pengolahan menunjukkan bahwa buah galoba dapat dikembangkan menjadi produk minuman dengan karakteristik kimia dan organoleptik yang baik. Namun, pemanfaatan galoba oleh Kelompok Ibu Wadah di Desa Uraur masih dilakukan secara sederhana dengan keterbatasan pada standardisasi produksi, sanitasi, kemasan, branding, dan pemasaran. Tujuan penelitian meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam produksi, pengemasan, branding, dan pemasaran sirup galoba serta menerapkan teknologi tepat guna. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, demonstrasi dan praktik pembuatan sirup galoba, penerapan teknologi tepat guna, pengemasan dan pelabelan, branding, pemasaran, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan meningkatkan kemampuan mitra dalam menerapkan proses produksi yang lebih higienis dan terarah, menggunakan teknologi tepat guna, melakukan pengemasan dan pelabelan, serta memahami strategi branding dan pemasaran. Kegiatan PKM berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas Kelompok Ibu Wadah untuk mengembangkan sirup galoba sebagai produk pangan lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.</p> Wiwi Rumaolat Mohammad Dahlan Sely Jayanti Djarami Maryam Lihi Copyright (c) 2026 Wiwi Rumaolat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-09-05 2026-09-05 6 02 201 209 10.53690/ipm.v6i02.554 Pemberdayaan Kelompok Diabetes (Prolanis) melalui Edukasi berbasis Virtual Reality di Desa Tino, Kabupaten Jeneponto https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/544 <p><strong>Abstrak: </strong>Diabetes Melitus (DM) menjadi tantangan kesehatan utama dengan prevalensi yang terus meningkat, sehingga memerlukan edukasi pengelolaan mandiri (DSME) yang berkelanjutan. Namun, metode edukasi konvensional di fasilitas kesehatan primer sering kali kurang efektif bagi kelompok usia dewasa akhir dan lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif dan sensorik. Solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini adalah penerapan media edukasi berbasis Virtual Reality (VR) menggunakan video 360° yang imersif dan interaktif. Artikel ini membahas program pemberdayaan kemitraan masyarakat pada Kelompok Diabetes Prolanis di wilayah kerja Puskesmas Tino, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta aktif dengan metode pelaksanaan meliputi edukasi diet rendah gula, pelatihan penggunaan VR box, serta pengukuran glukosa darah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai <span class="s1">???? &lt; 0,001</span>, yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah pemberian edukasi berbasis VR. Pendekatan pembelajaran yang imersif ini terbukti mampu meningkatkan retensi informasi, motivasi, dan keterlibatan aktif peserta lansia. Kesimpulannya, teknologi Virtual Reality berpotensi menjadi media edukasi alternatif yang sangat efektif dalam mendukung program Diabetes Self - Management Education di tingkat pelayanan kesehatan primer.</p> Nur Wahyuni Munir Sitti Patimah Ahmad Martani Copyright (c) 2026 Nur Wahyuni Munir https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-09-17 2026-09-17 6 02 210 217 10.53690/ipm.v6i02.544 Pemberdayaan Kader Desa Tellumpoccoe melalui Pemanfaatan Telur sebagai Pangan Lokal Bergizi untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil dan Balita https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/547 <p>The health of pregnant women and children is strongly influenced by adequate nutritional intake and adherence to prenatal supplementation. However, the utilization of nutritious local food resources and the capacity of community health volunteers to deliver health education remain suboptimal in many communities. This community service program aimed to empower community health volunteers in Tellumpoccoe Village, Maros Regency, Indonesia, through education, training, mentoring, and the application of simple health technologies to support maternal and child health. The program employed community development, educational, persuasive, and participatory approaches, including socialization, health education sessions, hands-on training in processing eggs into chicken nuggets, preparation of a&nbsp;<em>pill box reminder</em>, training on the use of basic health examination equipment, and subsequent monitoring and evaluation. The program resulted in improved knowledge among participants across all training topics, with mean post-test scores ranging from 90 to 100, exceeding the predetermined performance target. Furthermore, the community health volunteers successfully performed independent practices in local food processing,&nbsp;<em>pill box reminder</em>&nbsp;preparation, and the use of basic health examination equipment. Overall, the program effectively strengthened the volunteers’ knowledge, practical skills, and capacity to utilize simple health technologies, thereby enhancing their role in promoting sustainable maternal and child health within the community.</p> Sitti Nurana Fadil Abdillah Arifin Sukmawati Sukmawati Siti Amina Amaliah Riski Copyright (c) 2026 Sitti Nurana, Fadil Abdillah Arifin, Sukmawati Sukmawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-01 2026-10-01 6 02 218 228 10.53690/ipm.v6i02.547 Gerakan Ayah Siaga Berbasis Interprofessional Education sebagai Upaya Meningkatkan Kesiapsiagaan Keluarga terhadap Kehamilan dan Kegawatdaruratan Obstetri di Desa Lauwonu https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/549 <p class="p1">Keterlibatan suami dalam kesehatan ibu merupakan salah satu komponen penting dalam membangun kesiapsiagaan keluarga selama kehamilan, persalinan, dan menghadapi kegawatdaruratan obstetri. Namun, keterlibatan tersebut perlu diarahkan dari sekadar pendamping menjadi peran yang lebih aktif dalam pengambilan keputusan, dukungan terhadap pemeriksaan antenatal care (ANC), persiapan persalinan, pengenalan tanda bahaya, dan kesiapan rujukan. Program Gerakan Ayah Siaga dilaksanakan oleh tim Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo di Desa Lauwonu, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, dengan pendekatan Interprofessional Education (IPE) yang melibatkan dosen kesehatan, mahasiswa Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Kegiatan mencakup pembekalan tim, koordinasi lintas sektor, pemetaan sasaran, penyusunan media edukasi, launching dan deklarasi Desa Ayah Siaga, Kelas Ayah Siaga, home visit, penyusunan Rencana Ayah Siaga, simulasi kegawatdaruratan obstetri, pelatihan kader, pembentukan Kelompok Ayah Siaga, kampanye desa, klinik konsultasi terpadu, pendampingan, serta penyusunan SOP keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan terbentuknya mekanisme edukasi dan pendampingan keluarga yang lebih terstruktur, tersusunnya rencana kesiapsiagaan keluarga, terlaksananya simulasi respons terhadap kondisi kegawatdaruratan obstetri, meningkatnya peran kader sebagai mitra edukasi, serta tersusunnya perangkat keberlanjutan berupa SOP dan grup komunikasi. Evaluasi program dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan, FGD, kepuasan masyarakat, dan refleksi kolaborasi interprofesi; artikel ini menekankan luaran proses karena data numerik hasil evaluasi tidak tercantum dalam uraian kegiatan yang menjadi sumber artikel.</p> Sri A Ibrahim St Rahma Mihrawaty Antu Copyright (c) 2026 Mihrawaty Antu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-12 2026-10-12 6 02 229 239 10.53690/ipm.v6i02.549 Hilirisasi Getah Pinus Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Bonto Manurung https://ideapengabdianmasyarakat.ideajournal.id/index.php/ipm/article/view/558 <p>Desa Bonto Manurung memiliki potensi getah pinus yang selama ini lebih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah sehingga nilai tambahnya bagi masyarakat masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi lilin aromaterapi berbasis getah pinus serta mengembangkan peluang usaha lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juni sampai 2 September 2026 dengan melibatkan 12 peserta usia produktif dari kelompok tani hutan dan penyadap getah pinus. Pendekatan partisipatif dilakukan melalui identifikasi potensi, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik produksi, pendampingan, penguatan pengemasan dan pemasaran, serta monitoring dan evaluasi. Formulasi per produk terdiri atas 5 g getah pinus, 20 g parafin, 10 g asam stearat, 20 tetes minyak atsiri, dan satu sumbu. Proses produksi menerapkan metode <em>double boiler</em>, pendinginan 12-24 jam, dan kendali mutu terhadap aroma, permukaan, tekstur, posisi sumbu, warna, serta kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya kelompok produksi Karya Pinus Lilin Aromaterapi Bonto Manurung, tersedianya perangkat produksi, dan dihasilkannya 392 unit lilin selama tiga bulan. Sebanyak 332 unit terjual dengan harga Rp15.000 per unit. Dengan HPP Rp9.780, diperoleh margin kotor Rp5.220 per unit, omzet Rp4.980.000, dan margin kotor penjualan Rp1.733.040. Program ini memberikan dasar teknis, kelembagaan, dan ekonomi untuk hilirisasi getah pinus, tetapi masih memerlukan pendampingan pada standardisasi mutu, legalitas, dan perluasan pasar.</p> Achmad Ersyad Anisha Az Zahrah A. Nurul Fauziah Az-zahra Leon Octa Pratama Muh Zulkifli Hasril Nabila Putri Lestari St. Hadijah Copyright (c) 2026 Idea Pengabdian masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2026-10-13 2026-10-13 6 02 240 247 10.53690/ipm.v6i02.558